Seminar dan Workshop Budidaya Lebah Tanpa Sengat, UPI Serang Gandeng UNTIRTA

Serang (UPI) Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan hasil hutan, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang menggelar seminar dan workshop dengan mengangkat tema “Budidaya Lebah Tanpa Sengat” pada Kamis (12/6) lalu.

Acara dilaksanakan di Gedung Aula Timur Kampus UPI di Serang, Jl. Raya Ciracas no. 02 Kec. Serang Kota Serang Banten, yang dihadiri oleh Direktur UPI Serang Drs. H. Herli Salim, M.Ed., Ph.D., Wakil Direktur UPI Serang Dr. Encep Supriatna, M.Pd., Kasi, Kaprodi, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa.

Dalam sambutannya, Direktur UPI Serang mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang sudah menyempatkan waktunya untuk bisa hadir dalam acara budidaya lebah tanpa sengat.

“Terima kasih kepada narasumber semoga dengan adanya seminar dan workshop budidaya ini  sivitas akademika UPI Serang khususnya yang hadir pada saat ini mengerti tentang budidaya lebah sehingga bisa dijadikan untuk riset, dan semoga peserta semakin sadar untuk berperan dalam pelestarian lingkungan," katanya.

Kegiatan seminar dan workshop budidaya kali ini, UPI Serang menggandeng Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya Dr. Ekasari, S.T., M.T., selaku narasurmber dari Fakultas Teknik UNTIRTA menyebutkan bahwa Lebah Trigona (lanceng) atau orang Banten biasa menyebut teuweul merupakan jenis lebah yang tidak menyengat dan madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional serta hidupnya tidak tergantung dengan jenis lebah madu yang lainnya.

Banyak hal positif yang diperoleh dalam kegiatan seminar dan workshop ini. Madu yang dihasilkan lebah dapat menjadi tambahan komoditas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijual dengan harga tinggi.

Dengan adanya pendamping ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan pengintegrasian budidaya lebah trigona ini menjadi suatu potensi dan daya dukung, sehingga sudah selayaknya usaha peternakan lebah madu dikembangkan di Indonesia.[EM/TW][Ed.HN/TW]