Gelar Pengabdian pada Masyarakat di Desa Batu Kuwung oleh Mahasiswa UPI Kampus Serang sebagai Kontribusi Nyata

SERANG, (UPI) Mahasiswa UPI Kampus Serang yang tergabung sebagai Volunteer Pelita Pengabdian BEM UPI Kampus Serang melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Batu Kuwung, Kec. Padarincang, Kab. Serang 5-7 Februari 2021. Kegiatan ini merupakan program unggulan BEM yang melibatkan mahasiswa dan dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan sebagai Volunteer. 

“Pelita Pengabdian merupakan salah satu bentuk ikhtiar mahasiswa UPI Kampus Serang menjadi bagian dari  solusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah pandemic Covid-19. Sebelum pelaksanaan pengabdian dilakukan analisis wilayah terlebih dahulu untuk mengetahui kontribusi apa yang bisa tim berikan. Selain itu didiskusikan lagi dengan tim yang mana sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan tentang bagaimana menjadi volunteer yang bisa memberikan manfaat, selanjutnya kontribusi yang ditawarkan oleh tim itu merupakan ikhtiar bermanfaat bagi sesama. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan empati dan kepedulian terhadap sesama,” papar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UPI Kampus Serang Riska Mahira

“Salah satu tujuan diadakannya pengabdian ini adalah untuk bagaimana mahasiswa belajar mengkorelasikan proses belajarnya di perkuliahan dengan proses belajarnya di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua Pelaksana Pelita Pengabdian Nandang Kamil 

Nandang Kamil menambahkan bahwa ada 3 alasan Desa Batu Kuwung dijadikan tempat pengabdian. Yang pertama keaktifan pemuda, yang kedua kualitas pendidikan dan yang ketiga kualitas perekonomian. “Pada dasarnya pengabdian ini terbatas hanya tiga hari oleh karena itu kita mencari cara pergerakkan pengabdian ini bisa dilanjutkan dikemudian hari,dan bisa dibilang pemuda adalah jalan satu-satunya untuk bisa kita manfaatkan dalam perkembangan desa tersebut. Alasan selanjutnya yaitu kualitas pendidikan bahwa yang melanjutkan ke tingkat SMA maupun Perguruan Tinggi hanya sedikit. Alasan terakhir masyarakat disana mayoritas penduduknya petani jadi kita bisa memanfaatkan salah satu poin kita bagaimana menjadikan kampung selayaknya kampung karena seharusnya desa merupakan sumber penghasil makanan untuk masyarakat kota sehingga kesenjangan di Indonesia itu bisa berkurang karena saling membutuhkan antara desa membutuhkan masyarakat kota dan masyarakat kota membutuhkan masyarakat desa, sehingga siklus tersebut bisa kita manfaatkan untuk mengurangikesenjangan bahan makanan di indonesia” imbuhnya. [LP/TRDK]

Editor : Hana Azalia