ESENSI WISUDA: LAHIRNYA AMANAH BESAR

Universitas Pendidikan Indonesia - Kampus Serang | ESENSI WISUDA: LAHIRNYA AMANAH BESAR

Oleh,

Elmi Hanjar Bait

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
UPI Kampus Serang

 

Pertama-tama saya sampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa, rekan seperjuangan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia. Sebanyak 2.398 mahasiswa telah dikukuhkan dalam Upacara Wisuda Gelombang II Tahun 2017 di Gymnasium UPI, pada hari Selasa sd. Rabu (22-23/8/2017).

Selamat dan terimakasih saya sampaikan pula kepada para orang tua yang telah berhasil mengatarkan kami mencapai cita-cita. Alhamdulillah, suatu kebanggaan dan keberuntungan tentunya bagi kita semua dapat mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, tidak sedikit dari kita yang tidak mendapat kesempatan yang sama dengan kita. Terhitung ribuan bahkan jutaan orang tidak mendapat kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi baik karena ketiadaan biaya ataupun sebab yang lainnya. Oleh karenanya, mari kita panjatkan rasa syukur atas limpahan nikmat kepada kita semua.

Menyelesaikan pendidikan di sebuah perguruan tinggi diakhiri dengan sebuah acara sakral yang disebut Wisuda. Momen wisuda menjadi momen yang selalu dinanti oleh semua kalangan, baik para mahasiswa, para orang tua, masyarakat serta bangsa dan negara. Bagi kami sebagai mahasiswa, penantian ini tentu bukanlah penantian tanpa kemauan kosong, melainkan perlu semangat tinggi, usaha yang keras, dan perjuangan tanpa mengenal lelah hingga sampai akhir. Banyak dari kami dengan singkat bisa mencapai momen ini, namun tidak sedikit pula dari kami membutuhkan waktu lebih dari waktu normal untuk mencapainya.

Wisuda menjadi bagian akhir dari segala upaya, usaha dan kerja keras yang telah dilakukan dalam jangka kurang dari empat sampai lima tahun menuntut ilmu dan membangun karakter di sebuah perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan. Ada suatu kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa yang akan diwisuda, dimana kita yang diwisuda secara simbolik akan diberikan sebuah penghargaan berupa gelar yang selanjutnya akan selalu melekat dalam kehidupan kita kedepan.

Namun disamping semua itu, wisuda bukanlah sebuah akhir dari perjalanan melainkan awal bagi kita untuk memulai. Fizar Indrawijaya, salah satu wisudawan terbaik UPI mewakili para wisudawan pada Upacara Wisuda UPI Gelombang II, dalam sambutannya terang-terangan mengatakan bahwa wisuda bukanlah akhir, namun merupakan awal perjuangan bagi para wisudawan sebagai generasi pendidik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari pernyataan ini, menyadarkan kita bahwa esensi wisuda sebetulnya adalah momen lahirnya sebuah amanah besar. Dimana bagi wisudawan, momen wisuda menjadi titik awal perjuangan, awal berkiprah sebagai generasi pendidik yang selanjutnya diamanahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mampukah kita mengemban amanah tersebut?, pertanyaan itu tentunya akan selalu mengusik kita.

Bagi masyarakat, bangsa dan negara, wisudawan mempunyai arti yang begitu penting dimana mereka menganggap bahwa putra-putri terbaik mereka telah kembali dari kampus terbaik, mereka menganggap bahwa putra-putrinya telah ditempa, dididik, dan dilatih sehingga mereka merasa putra-putrinya telah siap mengabdikan diri bagi masyarakat, bangsa dan negara. Mereka selalu berharap bahwa putra-putrinya lah yang akan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat, bangsa dan negara.

Lalu, mampukah kita mengemban harapan tersebut? Ini adalah sebuah amanah yang bukan saja dipikirkan melainkan perlu kita pertanggungjawabkan dalam kiprah kehidupan kita selanjutnya. Sandangan gelar yang telah disematkan, bukanlah hanya sekedar seremonial menambahkan nama garis belakang, tapi menjadi penyadar kita bahwa kita adalah insan yang diharapkan, menjadikan kita generasi yang berpikiran terbuka serta produktif sehingga kita dapat menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.

Hal itu sebagaimana pesan dari Rektor UPI, bapak Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si saat berpidato pada Upacara Wisuda UPI Gelombang II. Beliau mengatakan bahwa lulusan UPI harus memiliki pemikiran terbuka karena itu merupakan faktor penting bagi lulusan UPI dalam berkiprah di masyarakat.

Rektor UPI juga menyampaikan harapannya agar lulusan UPI mampu mempersembahkan sebuah karya atau kemampuannya. Jika setiap kali wisuda, lulusan UPI menyumbangkan karyanya untuk berkontribusi pada masyarakat, niscaya kita akan menjadi bangsa dan negara yang maju dan disegani.

Mampukah kita mengemban amanah tersebut? Semoga pertanyaan ini, akan senantiasa mengingatkan kita bahwa esensi wisuda adalah momen lahirnya sebuah amanah besar. Semoga kita semua dapat mempertanggungjawabkannya. Amin (*)