Bakti Kampus Kurang Efektif ! “Kenapa ?”

Universitas Pendidikan Indonesia - Kampus Serang | Bakti Kampus Kurang Efektif ! “Kenapa ?”

Bakti kampus yang sudah berjalan kurang lebih 3 tahun sebagai bentuk usaha dalam mewujudkan kampus yang berhias (bersih, hijau, indah dan asri) masih dianggap kurang efektif. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa bakti kampus membawa dampak yang sangat positif baik itu untuk lingkungan kampus ataupun dari segi mahasiswa/I nya sebagai usaha penumbuhan karakter baru pada diri mahasiswa/I yakni karakter cinta terhadap lingkungan.

Sebagai bentuk dari penumbuhan karakter baru, bakti kampus merupakan salah satu pembiasaan bagi mahasiswa/I dalam meningkatkan karakter perduli dan cinta terhadap lingkungan. Mengapa demikian ? menurut Wyne kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “To mark” yaitu menandai atau mengukir yang  memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dimaknai bahwa karakter itu ditanamkan, ditumbuhkan, dibentuk, dan dibiasakan. Karakter akan muncul apabila kita terbiasa melakukan, dan bakti kampus merupakan salah satu kegiatan yang mampu menanamkan dan membiasakan mahasiswa/I untuk menumbukan karakter perduli dan cinta terhadap lingkungan.

Banyak sekali dampak positif yang dihasilkan oleh bakti kampus. Salah satu bukti nyata dari manfaat adanya bakti kampus adalah perubahan fisik pada kampus UPI Serang. Penampilan fisik UPI Kampus Serang sebelum dan sesudah adanya bakti kampus menunjukan perbedaan yang sangat signifikan. Sebelum adanya bakti kampus keadaan UPI Kampus Serang bisa dibilang gersang, dan banyak sekali tumbuhan dan tanaman yang kurang terawat, serta penampilan fisik kampus pun terlihat kurang indah saat dipandang, berbeda dengan setelah adanya bakti kampus, penampilan fisik UPI Kampus Serang lebih hijau, indah dan bersih, serta nyaman saat dipandang mata. Hal tersebut bukan merupakan asumsi belaka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 42 mahasiswa/I UPI Kampus Serang semester 3 yang mengalami langsung program bakti kampus, menunjukan hasil bahwa 78% sepakat bahwa bakti kampus merupakan solusi untuk mewujudkan UPI Kampus Serang yang berhias (bersih, hijau, indah dan asri), serta 73% sepakat bahwa lingkungan kampus lebih bersih dan indah setelah adanya bakti kampus. Berikut diagram hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis :

Pencapaian yang dihasilkan dari program bakti kampus memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, karena program tersebut melibatkan mahasiswa/I dalam pelaksanaannya, tentu saja tidak mudah untuk menyatukan mahasiswa/I yang jumlahnya kurang lebih mencapi 200 orang untuk membuat program tersebut berjalan efektif. Hal tersebut dikemukakan oleh para mahasiswa/I yang menjalankan kegiatan bakti kampus. Dalam penelitian menunjukan bahwa 65.9% mahasiswa/I semester 3 berpendapat bahwa bakti kampus kurang berjalan dengan efekif. Ada yang berpendapat bahwa pelaksanaan bakti kampus yang dilaksanakan selama 12 kali pertemuan terlalu banyak, ada juga yang berpendapat bahwa pelaksanaannya sering bentrok dengan jadwal kegiatan lain, seperti kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), tugas,                    dan lain-lain. Akan tetapi hal tersebut bukanlah suatu alasan yang membuat kurang efektifnya program bakti kampus, karena sebernarnya bakti kampus sendiri telah dibagi menjadi      kelompok-kelompok kecil dan setiap kelompok tersebut memiliki pendamping. Fungsi pendamping tersebut diperuntukan untuk membimbing mahasiswa/I untuk menjalankan kegiatan bakti kampus, pembimbing juga akan memberikan arahan dan membimbing mengenai bakti kampus, termasuk jadwal pelaksanaan kegiatan bakti kampus. Management dari mahasiswa/I dalam melaksanakan setiap kegiatan itu lah yang harus lebih diperkuat lagi.

Disamping itu, kegiatan bakti kampus tersebut dianggap kurang efektif dikarenakan kegiatan yang dilakukan ketika bakti kampus berbeda-beda anatara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Misalnya, kelompok 1 sudah mulai menanam, sedangkan kelompok yang lainnya masih membersihkan lahan, sehingga hasil yang ditunjukannya pun berbeda-beda. Hal tersebut akan mempengaruhi semangat mahasiswa/I yang lain dalam menjalankan bakti kampus apabila kelompoknya tertinggal jauh dengan kelompok yang lainnya. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis, permasalahan tersebut dapat diatasi apabila diadakannya jadwal yang sama dan serentak dalam pelaksanaan bakti kampus agar dapat meminimalisir perbedaan hasil saat pelaksanaan bakti kampus.

Dari berbagai hal yang dikemukankan diatas dapat disimpulkan bahwasanya hal-hal yang dianggap membuat bakti kampus kurang efektif sebenarnya dapat diatasi, permasalahan yang paling besar adalah terletak pada masing-masing individu mahasiswa/I, yang masih belum memiliki kesadaran akan keindahan dan kebersihan lingkungan, sehingga mereka tidak sepenuh hati menjalankan program bakti kampus ini, dan membuat kurang efektif pelaksanaannya. Penumbuhan kesadaran dan karakter baik, memang tidak mudah untuk direalisasikan, dan bakti kampus ini merupakan usaha nyata yang dilakukan untuk menumbuhkan hal tersebut, dukungan serta sosialisasi tentang bakti kampus serta nilai-nilai baik yang terkandung didalamnya perlu sekali untuk terus didukung dan digalakan.

Referensi :

pengertian karakter menurut pendapat para ahli. [Online] (11 13, 2017). Diakses dari penfertian definisi.com: http://pengertiandefinisi.com/pengertian-karakter-menurut-pendapat-para-ahli/