Grand Design Learning by Gaming Ala 4E PGSD UPI Kampus Serang

Universitas Pendidikan Indonesia - Kampus Serang | Grand Design Learning by Gaming Ala 4E PGSD UPI Kampus Serang

Jumat, 7 Desember 2018, mahasiswa kelas 4E PGSD mengadakan Art Class Discussion. Art class Discussion merupakan salah satu kegiatan dari mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Seni di SD. Dalam Art Class Discussion tersebut memiliki grand design, yakni Learning by Gaming. Grand design tersebut merupakan karya mahasiswa kelas 4E PGSD untuk menerapkan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak sekolah dasar. “Karena anak SD masih sangat suka bermain, maka kami mahasiswa yang memilih konsentrasi di bidang seni ingin membuat pembelajaran yang menyenangkan, yakni learning by gaming” ungkap Dani Abdurohim selaku ketua pelaksana. Dalam grand design tersebut memiliki 4 sub design model pembelajaran, diantaranya adalah Senam Wiraga, Hand Talk, Art Circle, dan Tangan Ajaib yang merupakan design-design model pembelajaran seni yang dikemas dalam bentuk permainan oleh mahasiswa kelas 4E PGSD.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh para seniman yang ada di Provinsi Banten, diantaranya adalah Syafei, S.Pd., Laila Putri Wartawati, S.Pd., Purwo Rubiono, S.Ag., dan Bambang Suprapto, S.Pd., sebagai expert untuk membantu 4E PGSD dalam mengembangkan model pembelajaran seni yang dibuat.

Kegitan yang dilaksanakan di Aula Lembaga UPI Kampus Serang tersebut berjalan sangat menarik dengan hadirnya expert-expert yang ahli di bidang seni. Para expert dapat langsung memberikan saran dan masukan untuk setiap design model pembelajaran yang telah dibuat. Adapun teknis diskusi yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut adalah, mahasiswa 4E PGSD dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok membuat design pembelajaran yang telah disebutkan diatas. Kemudian setiap perwakilan kelompoknya mempresentasikan design pembelajaran yang telah di buat.

Bapak Syafei, S.Pd., yang merupakan salah satu expert dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa 4E PGSD atas karya yang telah dibuat. “Semua design pembelajaran yang dibuat sangat bagus, tapi terkadang apa yang dicobakan ke mahasiswa dan ke anak SD itu berbeda, jadi agar kita bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan dari design pembelajaan yang kita buat, maka harus di uji cobakan ke anak SD. Jadi, ayo uji cobakan di sekolah saya” ungkapnya. Selain itu juga, Bapak Purwo Rubiono, S.Ag., menyampaikan “Design-design yang dibuat keren sekali. Namun apabila ditambah muatan kebudayaan lokal didalamnya seperti bahasa daerah, dan lain-lain, pasti akan lebih menarik, dan agar menjadi ibadah untuk kita semua, maka design yang sudah dibuat ini tolong untuk dimasukan ke sosial media, agar semua guru-guru dapat melihat karya kita dan membantu mereka untuk mengajar pelajaran seni di SD” (7/12/2018).

Setelah membahas lebih dalam tentang pembelajaran seni di SD serta solusi-solusi yang harus dihadirkan dalam praktek mengajarkan seni kepada anak-anak SD, Ibu Yulianti Fitriani, S.Pd., M.Sn., selaku dosen pengampu mata kuliah seni pun menyampaikan tujan serta harapannya diadakannya Art Class Discussion ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya semata-mata untuk memenuhi mata kuliah saja, namun hal ini dilakukan untuk masa depan pendidikan Indonesia. “Dengan adanya Art Class Discussion ini, dan juga hadirnya para expert, sesungguhnya pun ini adalah suatu wadah yang kita perlukan untuk setidaknya apa yang kita alami nanti secara langsung bahwasanya persoalan-persoalan yang ada di sekolah dasar itu memang perlu solusi yang dapat kita tuangkan dalam karya-karya nyata yang mampu memberikan nilai teleology atau kebermanfaatan yang tidak hanya saja manfaatnya itu dapat di petik hari ini, tapi justru di masa yang akan datang, kita adalah generasi-genari yang harus menyalurkan nilai-nilai kebaikan untuk masa depan bangsa kita, supaya bangsa kita itu betul-betul bisa membenahi pendidikannya…” Ungkapnya. (Mia Komariah)