Perkuat Literasi Pendidikan, Dosen UPI Kampus Serang Mengikuti Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping Pusbuk Kemendikdasmen 2025

Serang, UPI - Dalam upaya memperkuat literasi pendidikan nasional, dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, Oki Suprianto, S.Pd., M.Pd., mengikuti kegiatan Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan (Pusbuk), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 20-22 Oktober 2025 di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, dan diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari guru, dosen, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas para penilai buku yang bertujuan menjaga mutu dan relevansi buku teks pendidikan di Indonesia. Melalui lokakarya ini, peserta dibekali dengan konsep dan prinsip penilaian buku pendidikan yang mencakup empat aspek utama, yaitu aspek materi, penyajian, desain, dan grafika. Seluruh kriteria penilaian tersebut mengacu pada standar mutu buku pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam pemaparannya, pihak Pusat Perbukuan menjelaskan bahwa buku teks pendidikan saat ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni buku teks utama, buku teks pendamping, dan buku teks muatan lokal. Buku teks pendamping merupakan buku yang berfungsi untuk memperluas, memperdalam, dan melengkapi materi pokok yang terdapat dalam buku teks utama siswa. Buku jenis ini hanya berupa buku siswa, dan penyusunannya harus merujuk langsung pada buku teks utama siswa yang telah ditetapkan pemerintah sebagai acuan.

Menurut Oki Suprianto, keikutsertaannya dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dosen UPI Kampus Serang dalam mendukung peningkatan mutu bahan ajar pendidikan dasar dan menengah. “Penilaian buku teks bukan hanya soal tata bahasa atau tampilan grafis, tetapi juga memastikan nilai-nilai pendidikan dan karakter yang terkandung di dalamnya relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan bahwa buku-buku teks pendamping yang beredar di satuan pendidikan memiliki kualitas akademik, pedagogik, dan estetik yang tinggi, serta sejalan dengan kebijakan kurikulum merdeka dan penguatan karakter peserta didik.

Kegiatan Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping 2025 ini juga menjadi ajang kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan pemerintah dalam upaya bersama membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan dan berkualitas di Indonesia.


Selain menjadi ruang belajar profesional, lokakarya ini juga menjadi momentum reflektif bagi para dosen dan guru untuk memperkuat peran strategisnya dalam ekosistem literasi pendidikan nasional. Bagi UPI Kampus Serang, keikutsertaan dosen dalam kegiatan tingkat nasional ini menunjukkan komitmen institusi dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian keilmuan dan kontribusi terhadap kebijakan mutu pendidikan dasar dan menengah.

Melalui kegiatan ini, UPI Kampus Serang terus mendorong sivitas akademikanya untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai forum nasional, baik sebagai peneliti, pengembang kurikulum, maupun penilai buku pendidikan. Dengan demikian, kehadiran dosen UPI Kampus Serang dalam Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping Pusbuk Kemendikdasmen 2025 menjadi wujud nyata kontribusi universitas dalam membangun budaya literasi yang kritis, berkarakter, dan berdaya saing global. (Kontributor: OS, Editor: RK)


Link Web Terkait