HIMADIKRI Kampus UPI di Serang Resmikan Rumah Gracilaria Unggul, Dorong Modernisasi Budidaya Rumput Laut di Desa Tengkurak
Serang, UPI – Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, kini memiliki fasilitas baru untuk menopang budidaya rumput laut jenis Gracilaria, menyusul diresmikannya Rumah Gracilaria Unggul oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kelautan dan Perikanan (HIMADIKRI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peresmian yang digelar bersamaan dengan lokakarya budidaya rumput laut ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas budidaya sekaligus kesejahteraan ekonomi warga setempat.
Peresmian ini merupakan bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, sebuah skema dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang dirancang untuk mengasah kapasitas dan mutu organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Di bawah skema tersebut, HIMADIKRI UPI menggagas G-SMART (Gracilaria Sustainable Management & Aquaculture Technology), sebuah inisiatif yang menyasar dua hal sekaligus: pengembangan teknik budidaya Gracilaria dan penguatan kapasitas kelompok pembudidaya di Desa Tengkurak.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam peresmian ini, di antaranya Dr. Iik Nurulpaik, S.Pd., M.Pd., M.A.P., selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Kampus UPI Serang; dosen pendamping PPK Ormawa Yulda, S.Pd., M.Pd.; jajaran Satuan Tugas PPK Ormawa UPI; Nurdhian Pramuaji, S.Pt., selaku Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Serang; Kepala Desa Tengkurak Suryadi; Direktur BUMDes Desa Tengkurak Aliudin; serta warga dan kelompok pembudidaya setempat.
Sebagai salah satu dari tiga program unggulan PPK Ormawa HIMADIKRI UPI 2026, Rumah Gracilaria Unggul dirancang menjadi pusat pembibitan untuk mendongkrak mutu bibit sekaligus menopang keberlangsungan budidaya rumput laut warga setempat. Fasilitas ini tidak berdiri sendiri secara konvensional — di dalamnya tertanam sistem Internet of Things (IoT) yang secara otomatis merekam kondisi pH, suhu, dan salinitas air, dengan data yang dapat dipantau langsung lewat situs web, sehingga pembudidaya bisa mengambil keputusan berbasis data dan bukan sekadar perkiraan.
Selain seremoni peresmian, agenda hari itu juga diisi lokakarya bagi warga dan kelompok pembudidaya, mencakup teknik pembibitan, tata kelola Rumah Gracilaria Unggul, hingga cara memanfaatkan perangkat pemantauan berbasis IoT. Lewat lokakarya ini, peserta diajak mengenal lebih jauh inovasi G-SMART sekaligus mengasah keterampilan teknis dalam mengelola budidaya secara mandiri.
Simbol resmi berjalannya program ditandai lewat penandatanganan piagam oleh tiga pihak: Dr. Iik Nurulpaik, S.Pd., M.Pd., M.A.P.; Kepala Desa Tengkurak, Suryadi; dan Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa HIMADIKRI UPI 2026, Nabiila Nurmufiidah. Acara kemudian ditutup dengan pemotongan pita oleh Dr. Iik Nurulpaik bersama Kepala Desa Tengkurak, menandai Rumah Gracilaria Unggul resmi mulai beroperasi.
Pihak pemerintah desa maupun dinas terkait yang hadir menyampaikan apresiasi atas terwujudnya fasilitas ini dan menegaskan komitmen mengawal keberlanjutannya. Setelah masa penugasan mahasiswa berakhir, pengelolaan Rumah Gracilaria Unggul akan diserahkan kepada dua kelompok pembudidaya rumput laut setempat yang sebelumnya telah dibekali pelatihan teknis, baik dalam pengelolaan fasilitas maupun pengoperasian perangkat berbasis IoT — sebuah langkah untuk memastikan manfaat program terus berjalan meski pendampingan mahasiswa telah usai.
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), UPI memandang program G-SMART dan Rumah Gracilaria Unggul sebagai kontribusi nyata pada tiga target sekaligus: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan kesejahteraan pembudidaya, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan nilai ekonomi dan hilirisasi hasil rumput laut, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas pihak — mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, Dinas Perikanan Kabupaten Serang, BUMDes, hingga masyarakat — menjadi kunci di balik terwujudnya Rumah Gracilaria Unggul. Kampus UPI Serang berharap sinergi ini terus terjaga, sehingga budidaya Gracilaria di Desa Tengkurak tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi biru yang berkelanjutan bagi warga setempat. UPI Kampus Serang Pinunjul! (DF)



















