Konsisten Baca Jurnal 10 Menit Sehari, Siti Annisafa Oceania Raih Predikat Wisudawan Terbaik UPI dengan IPK 3,98
Serang, UPI – Nama Siti Annisafa Oceania, S.Log. menjadi sorotan pada momen Wisuda Gelombang II Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diselenggarakan pada 12–13 Mei 2026. Mahasiswi Program Studi S1 Logistik Kelautan UPI Kampus Serang angkatan 2022 ini berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik UPI dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 — sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa prestasi gemilang bukan soal bakat semata, melainkan buah dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Siti mengaku tidak menyangka ketika namanya disebut sebagai wisudawan terbaik. Baginya, pencapaian ini terasa seperti sebuah hadiah — hadiah atas kerja keras yang ia jalani sejak semester pertama hingga semester ketujuh, sekaligus persembahan tulus kepada orang tua, teman-teman, dan para dosen yang selalu mendukung perjalanannya.
Kunci Sederhana di Balik IPK Nyaris Sempurna
Ketika ditanya soal rahasia di balik pencapaiannya, Siti tidak menyebut metode belajar marathon ataupun rumus ajaib. Kuncinya justru jauh lebih sederhana: konsistensi dalam hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.
Salah satu kebiasaan yang ia jaga adalah membaca jurnal selama 10 menit setiap hari. Kebiasaan sederhana ini, menurutnya, membuat pikiran jauh lebih terbuka dan mampu menangkap informasi dengan lebih cepat. "Belajar itu tidak harus panjang, teman-teman. 10 menit membaca jurnal saja sudah cukup untuk membuat pikiran kita lebih terbuka dan cepat menangkap informasi," tegasnya.
Aktif Berorganisasi Tanpa Mengorbankan Akademik
Selain unggul secara akademik, Siti juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan dengan manajemen waktu yang efektif. Caranya pun tidak rumit — cukup dengan membuat daftar prioritas dan berani mengkomunikasikannya kepada orang lain secara sopan.
"Breakdown dulu semua kegiatan dan deadline-mu di minggu itu. Tentukan mana yang paling mendesak, kerjakan itu dulu. Tapi kita juga harus bisa menjelaskan skala prioritas kita kepada orang atau kegiatan lain secara polite," sarannya. Prinsip inilah yang menjadi fondasinya selama tujuh semester penuh hingga ia berhasil lulus tepat waktu.
Siti juga mengingatkan bahwa rasa jenuh adalah bagian yang tak terhindarkan dari proses belajar. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, ia memilih untuk menerima rasa itu dan meresponsnya dengan bijak. "Manusia itu, mau sekuat apa pun, pasti ada rasa capeknya. Istirahat dulu, lakukan hal yang kamu suka, lalu ingat lagi tujuan awalmu kuliah itu apa," ucapnya.
Terinspirasi dari Sosok Dosen
Di balik pencapaiannya, Siti menyebut salah satu dosen di Program Studi Logistik Kelautan, Rubby Rahman Tsani, sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan studinya. "Beliau melihat potensi dalam diri saya, dan itu mendorong saya untuk terus menggali lebih dalam. Ketika seseorang yang kita hormati percaya pada kita, itu menjadi bahan bakar yang sangat kuat," kenangnya dengan penuh rasa syukur.
Melangkah ke Jenjang Berikutnya
Ke depannya, Siti berencana melanjutkan studi S2 di bidang Bisnis Marketing. Ia pun menitipkan pesan yang penuh semangat kepada seluruh mahasiswa: "Kalian semua sudah dilahirkan untuk mendapatkan hal-hal besar. Sayang sekali kalau kita tidak mau berusaha sedikit lebih keras untuk hal besar yang memang sudah ditakdirkan untuk kita. Tidak ada kata terlambat — mulai dari sekarang, dari langkah terkecil sekalipun. Satu persen progres setiap hari, pasti akan membawa kalian ke hal-hal luar biasa."
Untuk almamaternya, ia pun menutup dengan harapan yang tulus: "Semoga UPI terus memfasilitasi mahasiswanya untuk tumbuh, berkembang, dan mengepakkan sayapnya — tidak hanya di tingkat Indonesia, tetapi juga di panggung internasional. Semakin jaya, UPI!"
Kisah Siti sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pencapaian akademik yang luar biasa ini merupakan cerminan nyata dari SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui semangat belajar berkelanjutan dan pengembangan diri yang konsisten. Keaktifannya dalam kegiatan kemahasiswaan sekaligus akademik juga mencerminkan nilai SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pola hidup seimbang dan pengelolaan diri yang baik sebagai fondasi produktivitas jangka panjang.



















