Direktur UPI Kampus Serang Jadi Narasumber Forum Diskusi MPR RI dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025

Serang, UPI - Direktur Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang, Prof. Dr. Supriadi, M.Pd., menjadi salah satu narasumber dalam Forum Diskusi yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrat dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Acara tersebut berlangsung di Ruang Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, pada Rabu (26/11/2025).

Forum diskusi bertema “Guru Berjasa, Indonesia Berdaya: Menguatkan Literasi, Karakter, dan Kebangsaan di Era Transformasi Digital” ini bertujuan memperkuat kapasitas, kesejahteraan, serta perlindungan profesi Guru Sekolah Dasar, sekaligus mendorong sinergi lintas pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. 

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari legislator, tenaga pendidik/guru, hingga akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Para narasumber turut menyampaikan pandangan dan gagasan terkait peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Supriadi memaparkan materi dengan tema “Pembelajaran Berbasis Budaya untuk Indonesia Berdaya: Solusi Adaptasi Kurikulum Merdeka dan Penguatan Literasi Dasar di Sekolah Dasar.” Ia menekankan pentingnya penguatan literasi dasar siswa melalui pendekatan pembelajaran yang berakar pada nilai dan kearifan lokal.


Salah satu poin yang menarik perhatian peserta adalah ketika Prof. Supriadi menjelaskan konsep ‘’Desain Pembelajaran Etnomatematika Berbasis Budaya’’. Ia menampilkan contoh penerapan pembelajaran melalui permainan tradisional seperti endog-endogan dan congklak. Permainan tersebut tidak hanya dikenalkan secara teoritis, tetapi juga langsung dipraktikkan oleh peserta yang hadir, sehingga suasana diskusi berlangsung interaktif dan aplikatif.

Melalui keterlibatan Prof. Supriadi dalam kegiatan forum diskusi ini, diharapkan pemahaman mengenai pembelajaran berbasis budaya semakin berkembang serta mampu menjadi solusi dalam penguatan kompetensi dasar peserta didik sesuai implementasi Kurikulum Merdeka. (RK)


Link Web Terkait