Diva Farid Fauzan, Alumni Prodi Logistik Kelautan Mengajar di Kampus UPI Serang sebagai Praktisi

Serang, UPI - Diva Farid Fauzan, salah satu alumni sukses Program Studi Logistik Kelautan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, kembali ke kampus sebagai praktisi mengajar di bidang manajemen transportasi. Kehadirannya merupakan bagian dari Program Praktisi Mengajar yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Diva mendapat kesempatan mengisi perkuliahan Manajemen Operasi Kapal dan Muatan (MOKM) pada Rabu (1/10/2025) di Aula Timur UPI Kampus Serang.

Kedatangan Diva disambut hangat oleh dosen pengampu mata kuliah, Ma’ruf, S.T., M.Sc. Ia mengaku bangga sekaligus senang karena alumni yang pernah dibimbingnya kini kembali untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa. Menurutnya, kehadiran praktisi dalam perkuliahan dapat memberikan wawasan nyata yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.

Program Praktisi Mengajar sendiri merupakan salah satu inisiatif Kampus Merdeka yang bertujuan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Melalui kolaborasi antara dosen dan praktisi, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan serta keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri sehingga lebih siap menghadapi persaingan kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Diva menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini adalah wujud kecintaan terhadap almamater sekaligus bentuk kontribusi nyata bagi mahasiswa. “Saya ingin berbagi pengalaman kerja agar adik-adik bisa memahami gambaran nyata dunia logistik sejak duduk di bangku kuliah,” ujarnya.

Saat ini, Diva bekerja di PT Ciomas Ariya Samudera (CAS) sebagai trucking staff. Sejak masa kuliah, ia sudah aktif menekuni dunia kerja di bidang logistik, khususnya trucking, yang kini telah ia jalani lebih dari dua tahun. Pengalaman ini menjadi modal penting dalam menyampaikan materi terkait mekanisme bongkar muat barang kepada mahasiswa.

Dalam sesi perkuliahan, Diva memaparkan proses bongkar muat yang terbagi ke dalam dua jenis, yakni Truck Losing yang hanya melibatkan kegiatan stevedoring, serta Non-Truck Losing yang mencakup stevedoring, cargodoring, dan receiving. Ia juga menekankan strategi efisiensi dalam bongkar muatan curah, terutama perhitungan kebutuhan jumlah truk yang berperan besar dalam kelancaran arus barang sekaligus penghematan biaya operasional.

Sesi pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Diva berbagi cerita perjalanan kariernya mulai dari masa kuliah, program magang, hingga pengalaman kerja di perusahaan logistik. Menurutnya, bekerja di bidang logistik menuntut ketahanan mental dan fisik. “Bekerja di bidang logistik itu seru, tapi harus kuat mental dan tahan capek. Salary/gaji sepadan dengan pekerjaan, jadi kalian jangan mudah baper kalau ingin menjadi orang lapangan,” pesannya dengan penuh semangat.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Diva dan mahasiswa sebagai simbol kebersamaan dan motivasi bagi generasi penerus. Kehadiran alumni yang kembali mengajar di kampus ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yakni mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global di dunia kerja. (Kontributor: AB , Editor: RK)


Link Web Terkait