Mahasiswa Prodi PKP Kampus UPI di Serang Gelar Dikri Mengabdi 3.0 di Desa Lontar, Angkat Isu Lingkungan dan Keamanan Pangan

Serang, UPI - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Himadikri) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dikri Mengabdi 3.0 pada 15-17 Agustus 2025 di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

Kegiatan ini mengusung tema “Belajar, Eksplorasi, Mengabdi 3.0: Langkah Kecil untuk Lingkungan dan Kepedulian Sosial di Desa Lontar.”

Program ini didampingi oleh dosen Prodi Pendidikan Kelautan dan Perikanan, yakni Himawan Prasetiyo, S.Pi., M.Si., Yulda, S.Pd., M.Pd., serta Agung Setyo Sasongko, S.Kel., M.Si. Tema yang diangkat menekankan pentingnya belajar bersama masyarakat, mengeksplorasi potensi desa, dan mengabdi secara berkelanjutan.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana Debora Deviana, Ketua BE Himadikri Maysa Indah Dwi Safitri, Ketua DP Himadikri Amin Fauzi, dosen pembina, serta perwakilan Kepala Desa Lontar. Dalam sambutannya, Debora berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi warga, sementara Maysa menekankan pentingnya menjalin hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat.

Dosen pembina, Yulda, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Dikri Mengabdi menjadi wadah mahasiswa untuk mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi. “Belajar bersama masyarakat, mengeksplorasi potensi desa, serta mengabdi dengan sepenuh hati diharapkan dapat memberi dampak positif berkelanjutan dan mempererat silaturahmi mahasiswa dengan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lontar Mochamad Fendi menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia berharap program dapat terus berlanjut karena memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan inti berupa penyuluhan bertema “Pelatihan Identifikasi Kandungan Formalin pada Produk Perikanan” dipandu oleh Himawan Prasetiyo bersama tim asisten. Warga tidak hanya mendapat materi tentang bahaya formalin, tetapi juga praktik langsung menggunakan test kit sederhana untuk membedakan ikan segar dengan ikan berformalin.


Sesi diskusi interaktif turut membuka ruang berbagi pengalaman warga dalam membeli ikan di pasar. Mahasiswa dan narasumber memberi tips mengenali ciri fisik ikan segar serta pentingnya membeli dari sumber terpercaya.

Sebagai evaluasi, panitia melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti kegiatan, yang menjadi indikator keberhasilan penyuluhan.

Acara ditutup dengan kesimpulan bersama dan dokumentasi kegiatan, mulai dari sesi sambutan, pemaparan materi, hingga foto bersama.

Program Dikri Mengabdi 3.0 diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat pesisir terkait keamanan pangan, sekaligus menjadi wujud implementasi tridharma perguruan tinggi. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 14 (Menjaga Ekosistem Laut) dan Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi berkelanjutan yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. (RK)


Link Web Terkait