Universitas Pendidikan Indonesia Hadiri Seba Baduy 2026
Serang, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapat kehormatan untuk menghadiri acara Seba Baduy 2026 atas undangan resmi Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP. Acara yang digelar dengan khidmat di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang ini berlangsung pada Sabtu malam, 25 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, UPI diwakili oleh Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., beserta jajarannya, yang didampingi oleh Direktur Kampus UPI Serang, Prof. Dr. Supriadi, M.Pd., beserta unsur pimpinannya. Kehadiran perwakilan UPI dalam acara adat yang prestisius ini mencerminkan eratnya hubungan antara dunia pendidikan dan kehidupan budaya masyarakat lokal.
Seba Baduy merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Baduy yang sarat makna. Tradisi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyampaian amanat adat (pikukuh karuhun) dan seserahan berupa hasil bumi kepada pemerintah, sebagai wujud penguatan hubungan yang harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.
Bagi UPI, kehadiran dalam acara Seba Baduy 2026 ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan penuh makna. Menyaksikan langsung bagaimana sebuah tradisi dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi menegaskan bahwa keberagaman budaya adalah laboratorium ilmu yang tak ternilai harganya.
Kehadiran UPI dalam acara ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penghargaan terhadap tradisi dan kearifan lokal masyarakat adat Baduy merupakan cerminan nyata dari SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian warisan budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, kehadiran UPI bersama pemerintah daerah dalam forum adat ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mempererat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat adat demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan berwawasan budaya.
Melalui kehadiran ini, UPI menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang aktif menghargai, menjaga, dan mempelajari kekayaan budaya nusantara sebagai bagian tak terpisahkan dari khazanah ilmu pengetahuan.


















