Dosen Prodi PGSD Kampus UPI di Serang Lakukan Pendampingan Implementasi Kokurikuler Berbasis Deep Learning di Sekolah Dasar Perbatasan

Serang, UPI - Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SD Negeri Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Implementasi Kokurikuler Berbasis Deep Learning dan Sosialisasi Literasi Ekologi” yang ditujukan bagi guru dan siswa sekolah dasar di wilayah kepulauan tersebut.

Tiga dosen PGSD UPI Serang yang terlibat adalah Oki Suprianto, M.Pd., Tomi Efendi, M.Pd., dan Farid Rizqi Maulana, M.Pd. Mereka berbagi materi terkait strategi penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) pada kegiatan kokurikuler serta pentingnya literasi ekologi untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Oki Suprianto M.Pd. menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai jembatan antara teori dan praktik. Menurutnya, kegiatan kokurikuler dapat memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga membentuk profil siswa yang utuh.

Oki Suprianto juga menegaskan bahwa kegiatan pendampingan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-13: Penanganan Perubahan Iklim. "Dengan mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan literasi ekologi dalam kegiatan kokurikuler, kami mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu, sekaligus membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan sejak dini," ujar Oki. 


Ia menambahkan bahwa pendampingan ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas guru, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang mampu berpikir kritis dan bertindak bijak terhadap isu-isu global, termasuk krisis iklim.

Sementara itu, Tomi Efendi M.Pd. menegaskan bahwa deep learning bukan sekadar kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang perlu menjadi bagian dari kebiasaan guru. Ia mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful) agar siswa lebih terlibat aktif.

Selanjutnya, Farid Rizqi Maulana M.Pd. menambahkan bahwa literasi ekologi harus dikenalkan sejak bangku sekolah dasar. Kesadaran menjaga lingkungan, kata dia, dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, dan memahami konsekuensi kerusakan alam. Dengan menggabungkan konsep literasi, materi ekologi menjadi lebih mudah dipahami siswa.


Para guru SDN Tejang menyambut baik kehadiran tim dosen UPI. Sobali, salah satu guru, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan membuka wawasan baru, terlebih karena sekolah di wilayah kepulauan kerap tertinggal informasi pendidikan. Ia berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut.

Ketua Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang, Dr. Andika Arisetyawan, M.Si., memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, pengabdian di wilayah kepulauan merupakan bagian dari komitmen UPI untuk menghadirkan pendidikan berkualitas secara merata. Ia mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. (Kontributor: OS /Ed:RK)


Link Web Terkait