UPI Kampus Serang Gelar Turnamen Futsal “Piala Direktur 2026”
Serang, UPI - Direktur UPI Kampus Serang menggelar turnamen futsal bertajuk “Piala Direktur 2026” yang dilaksanakan selama lima hari, pada 9-13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari lima program studi, serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
Turnamen yang digagas langsung oleh Direktur tersebut dilaksanakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pormapi sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, menggali potensi, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Antusiasme sivitas akademika terlihat dari tingginya jumlah peserta dan penonton yang hadir menyaksikan pertandingan. Laga digelar setelah jam kerja dan perkuliahan berakhir, sehingga tidak mengganggu aktivitas akademik maupun administrasi kampus.
Tomy Efendi selaku dosen bidang olah raga sekaligus Pembina UKM Pormapi menyambut baik penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan peserta serta menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan harmonis antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Selain itu, ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, keberadaan sarana olahraga futsal yang baru, yang dibangun bersamaan dengan pembangunan Gedung Selat Sunda, menjadi fasilitas pendukung yang representatif untuk mendorong semangat berolahraga, khususnya di kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan kolaboratif. Melalui olahraga, nilai-nilai kebersamaan, kerja sama tim, disiplin, dan saling menghargai dapat ditanamkan secara nyata dalam kehidupan kampus.
Penyelenggaraan “Piala Direktur 2026” sejalan dengan komitmen UPI Kampus Serang dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui kegiatan ini, kampus tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kesehatan jasmani sivitas akademika sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan. (RK)



















