Inovasi Pembelajaran Musik Interaktif: Dosen PGPAUD UPI Serang Mengajar di SD Labschool, Dukung Capaian IKU Perguruan Tinggi
SERANG, UPI – Dalam upaya menghadirkan pembelajaran seni yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Serang melaksanakan kegiatan pembelajaran musik interaktif di SD Labschool UPI Serang, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini mengangkat materi Buku Seni Budaya Kelas IV SD Bab 2, Petualangan Bunyi, Nada & Alat Musik, yang diterbitkan oleh Erlangga.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Selat Sunda ini dipandu oleh dosen PGPAUD UPI, Dr. Yulianti Fitriani, S.Pd., M.Sn. Selama 2 jam pelajaran (70 menit), siswa diajak mempelajari konsep bunyi, nada, dan alat musik melalui pendekatan hands-on exploration, yaitu pembelajaran yang menekankan keterlibatan langsung siswa dalam mengeksplorasi dan mempraktikkan materi.
Pembelajaran dirancang dengan mengutamakan praktik, mulai dari eksplorasi bunyi menggunakan anggota tubuh, pengenalan tangga nada diatonis C Mayor, hingga kolaborasi memainkan musik secara berkelompok. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsep musik melalui pengalaman konkret, bukan hanya melalui penjelasan teoretis.
Aksesibilitas Dosen di Sekolah Mitra: Implementasi IKU Perguruan Tinggi
Keterlibatan dosen dalam pembelajaran langsung di SD Labschool UPI Serang menjadi salah satu bentuk implementasi kegiatan akademik di luar lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, kompetensi dosen dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pembelajaran di sekolah sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah laboratorium.
Kegiatan ini juga relevan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 3 tentang dosen berkegiatan di luar kampus. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa sejalan dengan semangat IKU 7 mengenai kelas yang kolaboratif dan partisipatif.
Kehadiran dosen PGPAUD dalam kegiatan pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa kepakaran akademik dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Eksplorasi Bunyi dan Ritme Tubuh melalui Body Percussion
Pada sesi pertama, siswa diperkenalkan dengan karakteristik bunyi, meliputi bunyi kuat dan lemah, bunyi alam dan buatan, serta bunyi panjang dan pendek. Siswa diajak membedakan suara yang berasal dari lingkungan, seperti hujan dan guruh, dengan bunyi yang dihasilkan manusia atau benda, seperti tepukan tangan dan kentongan kayu.
Materi kemudian dilanjutkan melalui praktik body percussion, yakni teknik menghasilkan bunyi ritmis dengan memanfaatkan anggota tubuh. Siswa mengeksplorasi bunyi melalui tepukan tangan, tepukan paha, hentakan kaki, dan jepretan jari. Setiap gerakan menghasilkan karakter bunyi yang berbeda sehingga siswa dapat mengenali variasi bunyi sekaligus melatih kepekaan terhadap irama.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman bahwa musik dapat dimulai dari benda-benda sederhana, bahkan dari tubuh mereka sendiri. Aktivitas tersebut juga mendorong kreativitas, konsentrasi, koordinasi gerak, dan keberanian untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.
Mengenal Tangga Nada melalui Isyarat Tangan Kodály
Pada sesi berikutnya, siswa mempelajari nada dan tangga nada diatonis C Mayor yang terdiri atas delapan tingkatan nada, mulai dari Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si, hingga Do tinggi. Untuk membantu siswa memahami perbedaan tinggi dan rendah nada, pembelajaran menggunakan metode isyarat tangan Kodály (Kodály hand signs).
Melalui metode tersebut, setiap nada direpresentasikan dengan gerakan tangan tertentu. Siswa tidak hanya mendengarkan dan menyanyikan nada, tetapi juga menghubungkannya dengan gerakan visual sehingga proses pengenalan nada menjadi lebih konkret dan mudah diikuti.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik olah vokal dan harmoni sederhana. Siswa berlatih menyanyikan nada secara terarah sekaligus membangun kepekaan terhadap ketepatan nada dan hubungan antarnada. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran musik lebih interaktif karena siswa terlibat secara aktif melalui pendengaran, penglihatan, suara, dan gerakan.
Mini Ensembel Musik: Belajar Berkolaborasi melalui Lagu Anak
Puncak pembelajaran dilaksanakan melalui praktik mini ensembel musik kelas. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok ritmis dan kelompok melodis, yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam membentuk sajian musik bersama.
Kelompok ritmis bertugas menjaga ketukan dan tempo menggunakan botol berisi beras serta tepukan tangan. Sementara itu, kelompok melodis memainkan melodi menggunakan pianika dan vokal. Kedua kelompok berlatih mengikuti arahan untuk menjaga keteraturan irama dan menyelaraskan permainan musik.
Melalui kegiatan ensembel, siswa mempraktikkan kolaborasi dalam membawakan lagu anak “Cicak-cicak di Dinding”. Setiap siswa perlu memperhatikan tempo, mengikuti aba-aba, serta menyesuaikan permainan dengan anggota kelompok lainnya agar tercipta penampilan yang harmonis.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan keterampilan bermusik, tetapi juga mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, saling menghargai, dan gotong royong. Siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan musik ditentukan oleh kontribusi setiap anggota dan kemampuan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Pembelajaran musik berbasis praktik ini sekaligus menunjukkan bahwa materi seni budaya dapat disampaikan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian siswa. Dengan memanfaatkan alat musik sederhana dan permainan kelompok, pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitasnya.
Mendukung SDGs melalui Pendidikan Berkualitas dan Kolaborasi
Kegiatan pembelajaran musik interaktif di SD Labschool UPI Serang turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama melalui penguatan kualitas pembelajaran dan kolaborasi antarlembaga pendidikan.
Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Tujuan 4.7, yang menekankan pentingnya pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penerapan pembelajaran musik yang kreatif, inklusif, dan partisipatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, serta kemampuan bekerja sama melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Kedua, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah laboratorium. Keterlibatan dosen PGPAUD UPI dalam pembelajaran langsung menjadi bentuk pemanfaatan keahlian akademik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam pengembangan keterampilan yang mendukung kesiapan peserta didik menghadapi pembelajaran dan kehidupan di masa depan. Melalui aktivitas bermusik secara berkelompok, siswa mulai mengembangkan kreativitas, komunikasi, disiplin, dan kerja sama sebagai bagian dari keterampilan dasar yang bermanfaat dalam berbagai lingkungan.
Dengan demikian, pembelajaran seni musik tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan karakter dan keterampilan sosial peserta didik.
Memperkuat Sinergi UPI Kampus di Serang dan SD Labschool
Pelaksanaan pembelajaran musik interaktif ini menjadi salah satu wujud pemanfaatan kompetensi dosen untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan yang memadukan teori dan praktik, UPI Kampus di Serang terus mendorong pengembangan pendekatan pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan refleksi dan apresiasi terhadap partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Pengalaman mengeksplorasi bunyi, menyanyikan tangga nada, serta memainkan musik secara berkelompok diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap seni musik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat kolaborasi.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pembelajaran seni budaya di sekolah mitra lainnya. Melalui sinergi antara dosen dan sekolah laboratorium, UPI Kampus di Serang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak bagi peserta didik dan masyarakat.
SDGs terkait: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas; SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.



















