Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah, UPI Kampus Serang Tawarkan Strategi Integratif Litbangjirap dan SDGs pada Rakor BAPPERIDA Kota Serang 2026

Serang, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Serang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis bukti (evidence-based policy) melalui keterlibatan aktif pada Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap) Kota Serang Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kota Serang ini berlangsung pada Selasa (27/10/2026) di Aula BAPPERIDA Kota Serang Lantai 2. Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan UPI Kampus di Serang, memaparkan rumusan rencana spesifik-kolaboratif yang mengintegrasikan potensi riset perguruan tinggi dengan prioritas pembangunan daerah. Step sinergis ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Serang dan UPI, sekaligus sebagai implementasi Pasal 16 Peraturan BRIN Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Riset dan Inovasi di Daerah.

Dalam paparannya, juga disampaikan capaian kerja sama pasca-MoU yang meliputi lebih dari 15 program KKN Tematik di pesisir Kasemen, pelatihan literasi dan PAUD inklusif, serta riset pemetaan zonasi pesisir. Hasil evaluasi tersebut mendorong perlunya penguatan mekanisme data-sharing terpadu, skema pendanaan bersama (co-funding), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional antarperangkat daerah agar riset tidak lagi bersifat sporadis per program studi.

Dalam paparannya, Dr. Yulianti Fitriani, S.Pd., M.Sn., didampingi oleh Dosen Prodi Logistik Kelautan, Ma'ruf, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa UPI Kampus di Serang memiliki ekosistem riset yang lengkap dan siap dihilirkan untuk menjawab berbagai tantangan strategis di Kota Serang. Tiga pusat kekuatan fisik dan akademis UPI Kampus Serang yang disiapkan menjadi hub riset daerah meliputi Kampus Utama Ciracas Kota Serang, yang menjadi pusat pengembangan sains, sains data kelautan, inovasi pendidikan dasar/PAUD, dan administrasi kemitraan strategis; Training Center (TC) Horison UPI Serang (Kawasan Alun-Alun Kota Serang), yang menjadi pusat diseminasi publik, pelatihan vokasional, inkubasi bisnis UMKM, dan koordinasi kebijakan bersama Pemkot Serang; serta Marine Station UPI Desa Lontar (Kecamatan Tirtayasa), yang menjadi laboratorium lapangan terpadu riset kelautan, perikanan, konservasi pesisir, serta sistem logistik maritim.

"Hasil riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti hanya pada publikasi ilmiah di jurnal. Melalui kerangka Litbangjirap ini, kepakaran dosen dan mahasiswa di bidang Sistem Informasi Kelautan, Logistik Kelautan, Pendidikan Kelautan dan Perikanan, serta PGSD/PGPAUD kami formulasikan menjadi solusi konkret yang dapat langsung dimanfaatkan oleh Perangkat Daerah di Kota Serang," ujar Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan UPI Kampus di Serang saat menyampaikan materi di hadapan jajaran Pemkot dan LPPM perguruan tinggi mitra.

Rencana kolaboratif yang ditawarkan UPI Kampus di Serang dirancang selaras dengan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 8 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029 dan Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (RIPJPID) BAPPERIDA Kota Serang. Selain itu, skema program dipetakan berdasarkan lima indikator Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui digitalisasi pembelajaran, pelatihan guru dasar/PAUD, dan literasi maritim sejak dini; SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi) melalui optimalisasi rantai pasok logistik lokal, pendampingan UMKM, dan inovasi produk unggulan daerah; SDG 12 (Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab) melalui penguatan sertifikasi & edukasi kehalalan produk lokal serta pengelolaan limbah pesisir; SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pemetaan GIS daya dukung pesisir, pemantauan kualitas air laut, dan pemberdayaan masyarakat nelayan di Marine Station Lontar; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui skema Quadruple Helix yang menghubungkan akademisi, BAPPERIDA, industri, dan masyarakat.

Rencana ini juga diarahkan untuk menjawab tiga tantangan utama dalam RPJMD, yaitu kerentanan pesisir Kasemen (abrasi pantai dan rendahnya sanitasi nelayan), stunting dan kualitas pendidikan (akses PAUD inklusif dan literasi dasar), serta efisiensi pasar tradisional (fluktuasi pasokan pangan dan logistik). Kolaborasi dipetakan bersama perangkat daerah terkait, yakni Disdikbud (kurikulum digital SD dan modul PAUD inklusif), DKPPP/Diskanlut (zonasi tangkap dan cold chain pesisir Kasemen), Disperindagkop UKM (optimasi logistik distribusi pasar tradisional), serta BAPPERIDA (naskah akademik dan dasbor evaluasi SDGs).

Kegiatan rakor yang dibuka oleh Kepala BAPPERIDA Kota Serang, W. Hari Pamungkas, S.STP., M.Si., ini menghasilkan kesepahaman untuk segera menyusun Mekanisme Kerja Sama Teknis (MoA) dan Action Plan tahunan. Rencana tindak lanjut yang diusulkan dirancang bertahap, mulai dari penyusunan PKS teknis dengan Disdikbud dan Diskanlut pada November 2026, peluncuran Joint Research Call bertema SDGs daerah pada Desember 2026, pelaksanaan KKN Tematik dan riset lapangan terpadu pada Triwulan I 2027, hingga penyerahan policy brief dan laporan capaian SDGs pada Triwulan III 2027. Melalui kolaborasi terstruktur ini, UPI Kampus di Serang berharap dapat terus berkontribusi aktif menjadikan Kota Serang sebagai daerah berbasis riset dan inovasi yang berkelanjutan.


Link Web Terkait