UPI Kampus Serang Berperan Aktif dalam Gelaran “Sasaka Cibanten”: Menghidupkan Kembali Memori Budaya Sungai Cibanten

Serang, UPI - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang turut hadir dan berperan aktif dalam kegiatan Sasaka Cibanten yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (4–5/10/2025) di Titik Nol Sungai Cibanten, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, ini menjadi wadah untuk mereaktivasi memori kolektif masyarakat terhadap warisan budaya yang tumbuh di sepanjang aliran Sungai Cibanten.

UPI Kampus Serang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Sumber Daya dan Kemitraan, Dr. Yulianti Fitriani, M.Sn., yang hadir pada hari pertama acara. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Yulianti menjelaskan bahwa kehadirannya mewakili Direktur Kampus UPI di Serang yang berhalangan hadir karena agenda lain, sekaligus menegaskan komitmen UPI Kampus Serang dalam mendukung pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Kegiatan Sasaka Cibanten mengangkat tema “Naritis Cai, Mapag Kabantenan” yang bermakna “merintis dari bantaran Sungai Cibanten untuk menyusun gerbang kebudayaan Banten kini dan nanti”. Tema ini menjadi simbol dari semangat kolektif masyarakat Banten untuk menyusuri akar sejarah dan kebudayaan sebagai bekal menuju masa depan yang tangguh dan berkarakter.

Hari pertama kegiatan dibuka dengan beragam agenda seperti Ritus Ngundeur Cai, lomba pencak silat, pameran, workshop, dan pertunjukan seni yang menghubungkan tradisi dan inovasi. Hadir dalam pembukaan tersebut di antaranya Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Plt. Kabid Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten, Kabid Kebudayaan Kabupaten Serang, serta Camat Ciomas bersama masyarakat sekitar.

Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan berbagai lomba, workshop, dan sesi ngariung yang mempertemukan peserta dengan masyarakat sebagai ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman kebudayaan.

Lebih dari sekadar hadir sebagai tamu undangan, UPI Kampus Serang turut ambil bagian secara aktif dalam seluruh rangkaian Sasaka Cibanten. Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), UPI Kampus Serang ikut terlibat sebagai apresiator dan pelaku budaya di berbagai titik kegiatan yang tersebar di wilayah Hulu, Tengah, dan Hilir Sungai Cibanten.

Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari penerapan pembelajaran kontekstual yang berorientasi pada pengalaman langsung di lapangan, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori seni dan budaya di ruang kelas, tetapi juga menghayatinya melalui interaksi nyata dengan masyarakat dan pelaku seni lokal.

Dr. Yulianti menegaskan bahwa partisipasi UPI Kampus Serang dalam Sasaka Cibanten sejalan dengan visi universitas sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen terhadap pelestarian budaya bangsa dan penguatan karakter mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengapresiasi seni, tetapi juga menumbuhkan empati, kreativitas, dan rasa cinta terhadap warisan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UPI Kampus Serang dalam menjalin kemitraan strategis dengan lembaga kebudayaan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis budaya.

Keterlibatan UPI Kampus Serang dalam kegiatan Sasaka Cibanten menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutandan, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui pendidikan berbasis kebudayaan dan pelestarian warisan lokal, UPI Kampus Serang tidak hanya membentuk generasi cerdas dan kreatif, tetapi juga melahirkan insan akademik yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya dan berkelanjutan. (RK)


Link Web Terkait