Dr. Herman Syafri, M. Pd, Pemegang Hak Paten Vaksin Matematika Resmi Jadi Dosen Baru Prodi SIK Kampus UPI di Serang
Serang, UPI - Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang resmi memperkenalkan Dr. Herman
Syafri, M. Pd, sebagai dosen baru di
Program Studi Sistem Informasi Kelautan (SIK). Acara perkenalan berlangsung di
Ruang Rapat Direktur pada Kamis (31/07/2025), dihadiri langsung oleh Prof. Dr.
Suprsiadi, M.Pd, selaku Direktur Kampus UPI di Serang bersama jajaran wakil
direktur, ketua program studi, dan kepala seksi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Supriadi,
M.Pd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Dr. Herman Syafri, M. Pd,
seraya berharap kehadiran beliau dapat memperkuat semangat kolaborasi dan
inovasi di lingkungan akademik, khususnya dalam bidang riset dosen.
“Kami berharap Pak Herman dapat
segera beradaptasi dengan suasana akademik di Kampus UPI Serang. Kehadiran
beliau yang telah mengantongi hak paten di bidang vaksin matematika tentu
menjadi energi baru dalam mendorong riset-riset strategis di lingkungan kampus
khsusunya di Prodi SIK,” ujar Direktur.
Sambutan hangat juga datang dari jajaran pimpinan lainnya, termasuk para wakil direktur, kaprodi, dan kepala seksi yang turut mengapresiasi kehadiran Dr. Herman sebagai penguatan sumber daya manusia yang kompeten dan visioner di Kampus UPI Serang.
Menanggapi penerimaan tersebut, Pak
Herman panggilan akrab beliau menyampaikan rasa terima kasih dan komitmennya
untuk berkontribusi aktif di dunia akademik. “Saya sangat bersyukur atas
sambutan hangat dari keluarga besar Kampus UPI di Serang. Dengan latar belakang
dan pengalaman saya dalam riset dan paten di bidang matematika, saya siap
berkontribusi secara maksimal, terutama dalam membangun kolaborasi riset
bersama rekan-rekan dosen di sini,” ungkapnya.
Kehadiran Dr. Herman Syafri, M.
Pd, sebagai dosen yang memiliki hak paten dalam bidang pendidikan menandai
langkah strategis Kamus UPI Serang dalam mendukung Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 9 tentang inovasi dan infrastruktur serta
SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Inovasi yang dibawanya diharapkan dapat
menjadi pemicu kemajuan riset dan peningkatan mutu pembelajaran, serta
memperkaya proses akademik dengan pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan
zaman. (RK)



















